Hai Senja
Aku merindukanmu
Sudah lama kita tidak berjumpa, atau lebih tepatnya aku tidak pernah menemuimu lagi
Jarang sudah aku membuka jendela kamarku untuk melihatmu
Hai Senja
Mengapa warnamu begitu indah, dan mengapa keindahan mu hanya sementara
Tapi sementaramu itu banyak membuat orang bahagia
Banyak yang telah kau temani
Walau hadirmu sementara kamu telah membuka gelap malam serta ditemani gemerlap bintang-bintang dan bulan
Hai jingga
Hadirmu ada setelah senja dan gelap malam telah berlalu
Hadirmu juga banyak ditunggu-tunggu
Hadirmu membuka hari-hari baru para mereka yang akan melangkahkan kaki untuk melakukan aktifitas mereka
Hai jingga
Mengapa kau hanya sementara juga sama seperti senja
Namun hadir yang sementara itu pun sangat berarti
Menemani langkah serta di selimuti sejuknya embun pagi
Hai biru
Kini kamu menggantikan tugas senja dan jingga
Kini kamu yang mewarnai dan menenami segala aktifitas kami
Tanpa adanya kamu mungkin hari-hari ini tidak terasa lengkap
Hai hujan
Terkadang hadirmu menimbulkan cacian dari mereka yang tidak bersyukur
Dan tidak terkadang pula, hadirmu membawa kebahagiaan kepada mereka yang menantikanmu
Hadirmu membawa anugrah kepada kami
Hai hujan
Kini aku menjadi sepertimu
Hadirku mungkin telah membawa hal buruk kepada seseorang
Kini aku juga ingin sepertimu, karna hadirmu juga bisa membawa kebahagiaan kepada banyak orang
Hai hujan
Terkadang kamu membuatku terasa iri
Karena setelah hadirmu berlalu, kamu menghadirkan pelangi yang sangat indah
Sebab itu orang-orang yang tadinya murung karenamu, mereka menjadi sangat bahagia karna pelangi setelahmu
Dan mereka yang sudah bahagia karena hadirmu, menjadi semakin bahagia karena pelangi itu
Aku ingin seperti itu, walau aku terlihat sangat buruk aku ingin bisa membuka senyum mereka padaku

No comments