saat cahaya malam terhampar
menyerbu ke bilik kamarku
membalas di segala sudutnya
dan kilau mutiara bintang berkelip
lincah dan genit
telah kudaki jalan setapak
terjal dan berliku
kunikmati setiap kesakitan
berharap ganjaran keabadian kelak
lupakan kepedihan karena kesakitanku
kau tahu aku tak pernah menyerah
rasa sakit ini mengganas di tubuh lemahku
jika ku kalah, bukan berarti ku menyerah
jangan teteskan air matamu
jika nanti ku pergi
jangan sesali
dia menginginkanku pulang
lelah sudah tubuh ini berjalan
jika nafasku mulau satu-satu
selimutilah tubuhku dengan bunga-bunga
jangan teteskan air mata
jangan menangisiku
jangan ucapkan kepergianku dengan kesedihan
tapi lihatlah dikedalaman hatimu
aku tetap tinggal
antarkan aku ketempat terakhir
taburi bunga bunga dan kembalilah pulang
biarkan aku sendiri akan kau dapati
apa yang tak mampu direnggut sang maut
dariku dan kalian

No comments